Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Desember 2011

Atur Nama File Berdasarkan Waktu Akses Terakhir (UBUNTU)

Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah directory, perintah itu mencetak
informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file dalam directori. Bila
“nama” sebuah file, maka hanya informasi file bersangkutan yang dicetak.
  • chmod
Fungsi : Mengubah permission suatu direktori/file.
Format : chmod 777 nama_file
  • clear
Fungsi : Bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS) .
Format : clear atau bisa juga tekan kombinasi tombol ctrl+D
  • cmp
Fungsi : Membandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format : cmp file1 dan file2
Keterangan : Perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik (sama persis).
  • cp
Fungsi : Menggandakan file1 menjadi file2.
Format :
cp file1 file2 mengcopy → file1 ke file2
cp coba3 /home/syarif/nsmail → mengcopy file coba3 ke direktori lain
Keterangan : Perintah cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file atau lebih ke sebuah direktori.
  • rm
Fungsi : Menghapus file.
Format : rm nama-file. atau rm /path_file_berada
  •  mv
Fungsi : Memindahkan letak suatu file atau bisa juga buat rename nama file.
Format : mv file1 file2 → Renama file1 menjadi file2 mv coba3 /home/syarif/nsmail → Memindahkan file coba3 ke direktori lain
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file atau lebih, ke sebuah direktori.
  • cat
Fungsi : Menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS). Cat berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar karakterkarakter aneh pada layar.. Untuk menghindari tercetaknya
karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v.
  • more
Fungsi : Menampilkan isi text file per layar.
Format : more nama-file
Keterangan : Dengan perintah ini isi file dapat ditampilkan perlayar sehingga dapat diperiksa secara detail. Tekan spasi untuk melihat isi file di layar berikutnya.
  • history
Fungsi : Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya.
Format : history
  •  wc
Fungsi : Menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu file .
Format : wc nama-file
  • man
Fungsi : Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman manual untuk semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintahperintah UNIX.
Format : man nama-perintah
  • grep
Fungsi : Mencari isi suatu file di sembarang directori.
Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan : Perintah grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari adanya sebuah variable dalam sekelompok program. Misalnya : grep –n ‘shutdown
  • mkdir
Fungsi : Membuat direktori.
Format : mkdir nama-direktori  mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus)
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah MD (make directory)
  •  rmdir
Fungsi : Menghapus direktori yang kosong .
Format : rmdir nama-direktori
 rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori sekaligus) Jika directori yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan pesan.
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah RD (remove directory).
  • pwd
Fungsi : Menunjukkan direktori aktif.
Format : pwd
  • cd
Fungsi : Masuk kelokasi direktori tertentu.
Format : cd path-direktori
Contoh : cd /etc , maka akan pindah ke direktori etc
  • adduser
Fungsi : Menambahkan user baru disistem.
Format : adduser nama-user
  •  ps
Fungsi : Digunakan untuk memonitoring informasi tentang proses yang aktif
dalam sistem UNIX.
Format : ps -aux
  • kill
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan.
Format : kill id-proses
Keterangan : Id proses dapat dilihat pada kolom PID pada keluaran perintah ps -aux diatas.
  • &
Fungsi : Menjalankan program di belakang layar (multitasking).
Format : & nama-program
  • bc
Fungsi : Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator.
Keterangan : Fasilias ini tida ada pada versi UNIX standar.
  • pr
Fungsi : Mencetak isi file ke printer.
  • Format : pr nama-file > /dev/lp0write pemakai [tty]
Fungsi : Mengirim pesan ke pemakai yang sedang login.
Keterangan : Write akan membuat hubungan dari keyboard ke layar pemakai yang ditentukan. Apa saja yang diketikkan dari keyboard akan tampak di layar penerima.
  • mesg [pilihan]
Fungsi : Menolak pesan dari pemakai lain.
Keterangan : Anda dapat juga menolak pesan yang dikirim dengan memakai perintah write. Perintah ini tidak dapat menolak ijin bagi super user untuk mengirim pesan.
  • mail [penerima]
Fungsi : Mengirimkan dan membaca pesan berupa surat.
Keterangan : Mail adalah sebuah program pengiriman elektronik yang mengirimkan pesan ke user lain atau membaca pesan dari user lainnya.
  • wall
Fungsi : Pengiriman pesan oleh super user.
Keterangan : Bagi super user, sistem operasi UNIX menyediakan pengiriman pesan keseluruhan pemakai yang sedang log in saat itu dan perintah ini hanya dapat dilakukan oleh super user.

Perintah Perintah Dasar GNU/Linux

Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yangbiasa disebut  terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah command line interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications - Accessories - Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembalike mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7.
Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux
khususnya distribusi Ubuntu.
  • login
Fungsi : Untuk masuk ke dalam jaringan .
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai sendiri (ID).
  • password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan tombol password tidak ditampilkan di layar.
  •  login
Fungsi : Untuk membuat atau mengubah kata sandi .
  • who
Fungsi : Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).
  •  finger
Fungsi : Finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja finger menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada who.
  • logout
Fungsi : Untuk keluar dari sistem atau mengakhiri satu sesi login .
Keterangan : Bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.
  •  exit
Fungsi : Untuk keluar dari sistem .
Keterangan : Sama dengan perintah log out.
  • whoami
Fungsi : Untuk mengetahui user siapa yang digunakan sedang login di suatu
komputer/terminal.
Keterangan : Digunakan bila menemukan terminal yang belum logout atau exit dan ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.
  • date
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal.
ten. cal
Fungsi : Mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999.
  •  ls
Fungsi : Menampilkan daftar file dalam directori aktif.
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directori dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option , yang akan
menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang
ditampilkan.
Option-option yang disediakan :
  • Tampilkan semua file di listing termasuk isian.
  • Tampilkan hanya nama listing
  • Cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang
  • Cetak nomor untuk setiap pemakai
  • Tampilkan seluruh file secara lengkap
  • Cetak ID pemakai (bila pemakai 1)
  • Ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun
  • Atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir, tidak berdasarkan Nama

Kamis, 01 Desember 2011

Alokasi Partisi Ubuntu

Setelah mengenal jenis partisi di GNU/linux harusnya membaca tabel partisi sudah ada gambaran umum dan itu merupakan bekal agar anda tidak kehilangan information ketika melakukan partisi saat proses instalasi Ubuntu. Sangat disarankan sebelum melakukan partising sebaiknya dan seharusnya data-data penting diharddisk dibackup kemedia lain semisalnya CD/DVD untuk menghindari kehilangan information yang banyak dialami oleh pemula.
Untuk proses instalasi Ubuntu, dibutuhkan minimal dua partisi kosong untuk alokasi partisi / (baca root) dan swap. / merupakan partisi system utama Ubuntu, mudahnya jika anda menginstall Windows maka / adalah drive C. Untuk space Ubuntu desktop direkomendasikan 4GB dengan asumsi untuk system saja.
Swap merupakan partisi yang disiapkan sebagai cadangan ketika memory komputer full maka sebagian pekerjaan dialihkan ke swap ini. Swap secara teori 2xspace RAM. Ini berlaku saat RAM maksimal 512MB,
jaman sekarang 1024MB untuk swap sudah termasuk besar sekali. Dengan kedua partisi diatas maka Ubuntu sudah memenuhi kriteria untuk diinstall dikomputer masing-masing.
Kedua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1 swap
sda2 mount point
Pertanyaan berikutnya drive D buat information di Ubuntu mana?
Windows Jika kebutuhan anda senang dengan membangi-bagi partisi sesuai kegunaannya di Ubuntu bahkan lebih fleksibel. Setiap direktori dibawah / misalnya /boot, /home, /var dan lainnya bisa dibuatkan partisi sendiri. bahkan anda bisa membuat partisi /data sendiri. Yang perlu diperhatikan hanyalah mount point dari masing-masing partisi.
Mount Point adalah titik mount yaitu partisi dikaitkan dipoint tertentu seperti /data, /media/cdrom
dan sejenisnya. Misalnya saya membutuhkan partisi sendiri untuk /home dan /data, dimana /home dialokasikan untuk mengamankan data-data user dan /data digunakan untuk menyimpan data-data yang bisa diakses oleh semua user.
Semua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1 swap
sda2 mount point /
sda3 mount point /home
sda4 mount point /data
Untuk besar space alokasi partisi sesuai kebutuhan saja, tidak ada patokan khusus yang
direkomendasikan. Dua contoh diatas kondisinya jika harddisk semua dialokasikan untuk Ubuntu.
Bagaimana jika saya ingin Windows tetap ada?

Jawabannya sangat mudah, korbankan sebagian space harddisk anda untuk ditempati ubuntu. Umumnya komputer Windows terdiri dua partisi yaitu C dan D. Jika ada partisi E maka lebih baik mengorbankan partisi tersebut jika spacenya cukup besar partisi E yang diresize. Kesimpulannya gunakan partisi logical terakhir untuk menginstall Ubuntu jika anda masih sayang sama
Windows. Seperti contoh kasus dibawah ini..
Untuk alasan fleksibelitas korbankan sebagian space partisi D untuk Ubuntu dengan cara rezise partisi menggunakan disk manajemen bawaan windows ataupun software semisal partition magic. Tabel partisi yang terbentuk
nantinya sebagai berikut:
sda1 C Windows
sda2 Extended
sda5 D Windows
sda6 swap
sda7 

Lebih jelasnya liat tabel partisi Ubuntu

Mengenal Partisi GNU/Linux Ubuntu

Jenis Partisi GNU/Linux Ubuntu
Dilingkungan GNU/Linux dan sistem komputer umumnya dikenal tiga jenis
partisi yaitu:
  • Partisi Primary
Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk process operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal four partisi, hal ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis partisi primary untuk process. Jenis partisi ini menempati nomor partisi satu, dua,tiga dan empat. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.
  • Partisi Extended
Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary dimana hanya dimunkinkan adanya empat partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari empat maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended.
Didalam partisi extended ini nantinya dibuat partisi logical untuk mendapatkan partisi yang lebih banyak. Partisi extended tidak dapat digunakan menyimpan information. Partisi jenis ini selalu menempati nomor partisi
+1 dari partisi primary. Misalnya ada dua jenis partisi primary di harddisk sda maka posisi partisi extended adalah sda3.
  • Partisi Logical
Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi selalu mulai dari five sampai seterusnya. Misalnya ada three jenis partisi logical di sda maka masing-masing menempati sda5, sda6 dan sda7. Pada penjelasan diatas digunakan jenis harddisk SCSI dimana harddisk SATA termasuk jenis ini di Ubuntu. Penamaan harddisk IDE tidak dibahas disini karena Ubuntu membaca harddisk sebagai SCSI.dua. Perbandingan tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows Terpaksa harus membahas jenis partisi DOS/Windows dengan asumsi
kebanyakan dari kita sudah terlanjur dari lingkungan tersebut.
GNU/Linux
Contoh kasus harddisk posisi sda.
- Partisi Primary ada three yaitu sda1, sda2 dan sda3
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda4 (bawah sda5, sda6, sda7)
- Partisi logical ada three yaitu sda5, sda6 dan sda7
DOS/Windows
Contoh kasus harddisk yang dibuat dari DOS/Windows.
- Partisi Primary ada one yaitu drive C
sda1 sda2 sda3 sda5 sda4 sda6 sda7
C D sda4 E F
- Partisi Extended tidak terdefinisikan di abjad
- Partisi logical ada three yaitu drive D, drive E dan drive F
Jika diterjemahkan ketabel partisi GNU/Linux informasinya sebagai berikut:
- Partisi Primary ada one yaitu sda1
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda2
- Partisi logical ada three yaitu sda5, sda6 dan sda7
Perbedaan utama antara tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows terletak pada jumlah partisi primary yaitu process DOS/Windows hanya memiliki satu jenis partisi primary sedangkan GNU/Linux bisa four jenis partisi primary. Alokasi Partisi Ubuntu
Setelah mengenal jenis partisi di GNU/linux harusnya membaca tabel partisi

Rabu, 30 November 2011

Media Instalasi Ubuntu

Media Instalasi Ubuntu
Media instalasi merupakan media yang digunakan untuk menginstall distribusidistribusi GNU/Linux termasuk Ubuntu. Pada dasarnya media instalasi yang dijelaskan disini digunakan juga oleh distribusi GNU/Linux lainnya.
Distribusi biasa disebut distro merupakan kernel linux (OS) beserta paketpaket aplikasi yang dibundle sedemikian rupa. seperti ubuntu, redhat, centos, slackware dan lainnya. www.distrowatch.com.
Ada beberapa pilihan media instalasi yang dapat digunakan untuk menginstall distribusi Ubuntu pada komputer anda yaitu:
  • Media CD/DVD ROM
Media ini merupakan media instalasi yang paling populer dan menjadi media utama yang ditawarkan oleh pihak pengembang termasuk Ubuntu sendiri.
Media ini bisa diperoleh dengan cara request free CDs (Shipit) atau membeli dari pihak ketiga, bisa juga download file ISO kemudian burn ke CD.
  • Media Flash Disk
BIOS komputer harus mendukung booting dari USB. Media flash disk ini cocok untuk komputer-komputer yang tidak memiliki CD/DVD drive seperti netbook yang banyak digunakan saat ini. Tekniknya sangat sederhana yaitu ISO file yang telah didownload disimpan ke flash disk dengan teknik tertentu yang akan
dibahas tersendiri pada bagian berikutnya.
  •  Lainnya
Selain kedua media diatas ada beberapa media lain yang bisa digunakan seperti harddisk, FTP dan NFS.
Bagaimana mendapatkan master installer Ubuntu? Jawabannya sangat mudah tentunya, akses ubuntu.com situs resmi developer. Ubuntu. Disitus ini ada dua alternative pilihan yang dapat digunakan untuk
memperoleh installer Ubuntu yaitu dengan cara download file ISO atau pesan CD
Ubuntu Gratisan (Shipit), berikut penjelasan kedua cara tersebut.
Download file ISO Ubuntu
Pada umumnya master distro GNU/Linux disediakan dalam format ISO file yang merupakan format terkompresi dalam bentuk picture file. Khusus untuk Ubuntu dapat didownload di http://ubuntu.com/download. File ISO yang disediakan dikategorikan dalam beberapa bagian yaitu:
  • Ubuntu Desktop
Diperuntukkan untuk komputer-komputer desktop termasuk laptop computer dan sejenisnya kecuali netbook. Dalam keadaan terpaksapun sebenarnya jenis desktop bisa berjalan dengan baik dinetbook. Dibutuhkan memory dengan kapasitas minimal 256MB untuk menginstall versi ini, agar berjalan dengan
baik dari pengalaman penulis sebaiknya memory diatas 512MB.
Setiap versi Ubuntu Desktop dibagi dalam dua kategori berdasarkan jenis microprocessor yaitu:
  • Ubuntu Desktop 32-bit
Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran intel maka jenis ini
yang harus anda download. Ubuntu Desktop 32-bit biasa juga disebut
X86 atau i386 dimana i merujuk ke code name intel. Jenis ini juga
digunakan untuk AMD 32 bit.
  • Ubuntu Desktop 64-bit
Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran AMD 64 bit pastikan
mendownload jenis ini. Berlaku juga untuk jenis arsitektur EM64T seperti
Athlon64, Opteron, EM64T Xeon dan Core two.
Ubuntu Server
Diperuntukkan bagi komputer-komputer kelas server dan tanpa dukungan terhadap lingkungan Grafical User Interface (GUI) secara default. Ubuntu server hadir dengan lingkungan Command Line Interface (CLI) secara
default. Jika anda telah menginstall Ubuntu Server jangan lagi mencari tampilan grafis. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti diversi Ubuntu. Desktop yaitu Ubuntu Server 32-bit dan Ubuntu Server 64-bit.
 Ubuntu Alternate
Jika anda memiliki memory dibawah 256MB dengan spesifikasi hardware yang pas-pasan sebaiknya menggunakan Ubuntu Alternate sebagai solusi karena proses instalasi disajikan dalam mode text menu. Selain itu dengan CD alternate, upgarde versi Ubuntu dapat dilakukan tanpa perlu ada koneksi net keserver Ubuntu. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti diversi Ubuntu lainnya yaitu Ubuntu alternate 32-bit dan Ubuntu alternate 64-bit.
Ubuntu Netbook
Diperuntukkan untuk netbook yang tersedia two versi yaitu:
  • Netbook live CD
Jika netbook anda memiliki externel CD drive untuk digunakan live cd/install. Tidak ada perbedaan versi untuk jenis ini karena sudah mendukung intel/amd dan jenis lainnya.
  •  Netbook live picture
Tersedia untuk platforms ARM yang terdiri atas, Marvell Dove netbook live picture, Freescale i.MX51 netbook live picture, Kedua jenis ini hanya mendukung booting dengan usb picture., Kesalahan umum yang terjadi ketika seorang pemula yang telah mendownload salah satu file ISO yaitu CD Ubuntu yang telah diburn tidak dapat melakukan proses booting karena file ISO diburn sebagai file knowledge yang seharusnya harus
diburn sebagai picture file.
Perhatian buat pemula, file ISO yang telah didownload harus diburn sebagai picture.
Jika bandwidth net yang anda miliki pas-pasan sebaiknya download dari
server yang berlokasi di Indonesia. Berikut daftar-daftar yang kami
rekomendasikan:
  • FOSS-ID dengan url di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases
  • KAMBING.ui.ac.id dengan url di ftp://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases
  • Repo UGM dengan url di ftp://repo.ugm.ac.id/iso/ubuntu
Pesan CD Ubuntu Gratisan (Shipit)
Cara ini membutuhkan waktu karena dikirim langsung dari luar negeri.
Gunakan fasilitas Request free CDs (Shipit) yang ada di net site ubuntu.com
dengan url https://shipit.ubuntu.com.
Selain cara diatas ada beberapa alternative pilihan yaitu dengan cara membeli
master Ubuntu dari penyedia jasa yang disediakan oleh pihak ketiga, salah
satunya bisa diorder di www.okusicomputersupport.com